KOLEDOKOLITIASIS ADALAH PDF

penyumbatan saluran empedu pada common bile duct. kelainan pankreatobilier yang membutuhkan ektstraksi batu empedu dan pemasangan stent. Kata kunci: ERCP, ikterus, koledokolithiasis, tumor pankreatobilier. Penyebab dari koledokolitiasis bisa berupa adanya batu dari kandung empedu yang bermigrasi dan menyumbat duktus koledukus atau dapat.

Author: Malasho Memi
Country: Australia
Language: English (Spanish)
Genre: Literature
Published (Last): 27 November 2010
Pages: 101
PDF File Size: 18.24 Mb
ePub File Size: 15.74 Mb
ISBN: 620-7-31368-649-4
Downloads: 13275
Price: Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader: Vijinn

Obstructive jaundice ec choledocolithiasis Download Report. Published on Jan View 62 Download 0. Di negara-negara Barat, kelainan ini merupakan penyebab angka kesakitan yang penting. Operasi sistem bilier merupakan operasi yang paling sering dilakukan dibandingkan operasi abdomen lainnya. Empedu yang normal dibentuk oleh hepatosit, terdiri dari air, elektolit, dan solut organik. Solut organik mengandung sedikit protein dan terdiri dari tiga unsur utama, yaitu garam empedu, kolesterol, dan fosfolipid.

Garam empedu diklasifikasikan menjadi primer dan sekunder. Asam empedu primer, asam kolat dan asam kenodeoksikolat, disintesis di hepar dari kolesterol dan kemudian berkonjugasi dengan glisin atau taurin.

Siklus enterohepatik memungkinkan reabsorbsi dan resirkulasi asam empedu primer.

koledokolitiasis – PDF Free Download

Kolesterol empedu sebagian besar disintesis di hepar dengan sedikit berasal dari makanan. Kolesterol bersifat hidrofobik dan memerlukan zat lain untuk menjadi larut. Pemahaman terhadap mekanisme yang menyebabkan larutnya kolesterol dalam keadaan fisiologis akan sangat membantu dalam menerangkan tejadinya batu kolesterol.

Di lain pihak, pengetahuan tentang konsentrasi kalsium dan bilirubin di dalam empedu diperlukan untuk memahami bagaimana terjadinya batu pigmen. Anamnesis Keluhan UtamaOs datang dengan penurunan kesadaran Riwayat penyakit sekarangOs datang dengan penurunan koledoiolitiasis sudah 2 hari. Ada batuk, kadang-kadang berdahak, tanpa darah dan lendir. Tidak ada sakit kepala dan mimisan. Os BAB cair berwarna pucat, sejak 2 minggu dengan frekuensi normal. BAK nyeri, berwarna seperti teh tua dan tidak terdapat darah.

Riwayat penyakit dahulu OS belum pernah mengalami seperti ini sebelumnya. Os sudah mengalami gastritis bertahun-tahun. Os pernah mengalami demam thypoid. Os tidak memiliki riwayat Diabetes Melitus.

Os tidak memiliki riwayat Hipertensi. Riwayat penyakit keluargaDi dalam keluarga tidak ada yang pernah mengalami seperti ini. Riwayat pengobatanOs sudah berobat untuk keluhan yang lain, kecuali keluhan utama. Minum 2 macam obat, namun tidak ada perubahan.

Untuk sakit maag sudah minum obat yang di beli di warung. Riwayat psikososialOs adalah seorang ibu rumah tangga yang tinggal bersama anaknyaIII. Pemeriksaan Fisik Keadaan Umum: ResumeOs datang dengan penurunan kesadaran sudah 2 hari. Ada batuk, kadang-kadang berdahak. BAK nyeri, berwarna seperti teh tua. Obstruksi jaundice et causa choledocholithiasis dengan tanda-tanda cholangitis. Diagnosis KerjaObstruksi jaundice et causa choledocholithiasis dengan tanda-tanda cholangitis.

Antibiotik ceftriaxon IV 1x2gram. Cairan Ringer Laktat IV. Jika gagal, lakukan dekompresi intraoperatif dengan memasukkan tabung T. Jika stabil, tatalaksana konservatif. Letaknya tepat dibawah diafragma kanan. Hati memiliki 2 lobus, yaitu lobus kiri dan lobus kanan yang dibatasi oleh ligamentum falsiformis. Pada bagian posterior hati terdapat porta hepatica tempat dimana masuknya vena porta dan arteria hepatica dan keluarnya duktus hepatica.

  DICTIONAR ENCICLOPEDIC DE MARINA PDF

Hepar bertekstur lunak, lentur, dan terletak di bagian koledokooitiasis cavitas abdominlais tepat dibawah diafrgama. Sebagian besar hepar terletak di profunda arcus costalis dextra, dan hemidiafrgma dextra memisahkan hepar dari pleura, pulmo, pericardium dan cor.

Kiledokolitiasis terbentang ke seblah kiri untuk mencapai hemidiafragma sinistra. Permukaan atas hepar yang cembung melengkung di bawah kubah diafragma. Fascia viseralis membentuk cetakan visera tang letaknya berdekatan sehingga bentuknya menjadi tidak beraturan. Koledokolitiasks ini berhubungan dengan pars abdominalis oesofagus, gaster, duodenum, fleksura coli dextra, rend extra dan glandula suprarenalis dextra, serta vesica biliaris.

Hepar dibagi menjadi lobus hepatis dexter yang besar dan lobus hepatis sinister yang kecil oleh perlekatan ligamentum peritoneale, ligamentum falciforme. Lobus hepatis dexter terbagi lagi menjadi lobus quadrates, dan lobus caudatus oleh adanya vesica biliaris, fissure ligament teretis, vena cava inferior, dan fissure ligament venosi.

Porta hepatis, atau hilus hepatis, terdapat pada fascies viseralis, dan teletak diantara lobus caudatus dan lobus quadrates. Bagian atas ujung bebas omentum minus melekat pada pinggir-pinggir porta hepatis. Pada tempat ini terdpat duktus hepaticus sinister dan dexter, ramus dexter koledokolitisais sinister arteria hepatica, vena portae hepatis, serta serabut saraf simpatis dan parasimpatis. Disisni terdapat beberapa kelenjar limf hepar. Kelenjar-kelnjar ini menapung cairan limf hepar dan vesica biliarus, dan mengirimkan serabut eferannya ke nodi lymphoidei coeliaci.

Seluruh hepar dikelilingi oleh capsula fibrosa, tetapi hanya sebagian ditutupi oleh peritoneum. Hepar tersusun atas lobuli hepatis. Vena sentralis pada masing-masing lobules bermuara ke vena hepaticae. Di dalam ruangan diantara lobules-lobulus terdapat canalis hepatis yang berisi cabang-cabang arteria hepatica, vena portae hepatis, dan sebuah cabang duktus choledochus trias hepatis. Darah arteria dan vena berjalan diantara sel-sel hepar melalui sinusoid dan dialirkan melalui vena sentralis.

Vasa darah yang memberi darah ke hepar adalah a. Darah arteri dan vena masuk ke v. Vena centralis bermuara ke vena hepatica dextra et sinistra, dan meninggalkan permukaan posterior hepar menuju vena cava inferior.

Vasa limfe meninggalkan hepar dan masuk ke beberapa lymphonodus di porta hepatis. Vassa efferent menuju Koleddokolitiasis. Sejumlah kecil vasa limfe menembus diafragma menuju LN. Secara mikroskopis, hepar terbagi menjadi unit fungsional yang disebut lobulus yang berbentuk heksagonal.

Lobulus tersebut mengelilingi vena sentralis dan lobulus tersebut dikelilingi oleh cabang-cabang arteri hepatica,vena porta, dan saluran empedu.

Hepar terdiri atas bermacam-macam sel. Hepatosit 64 sendiri dipisahkan oleh sinusoid yang tersusun melingkari efferent vena hepatica dan duktus hepatikus. Saat darah memasuki hati melalui arteri koledokolitjasis dan vena porta serta menuju daalah sentralis maka akan didapatkan pengurangan oksigen secara bertahap.

Sebagai konsekuensinya, akan didapatkan variasi penting kerentanan jaringan terhadap kerusakan asinus. Membrane hepatosit berhadapan langsung dengan sinusoid yang mempunyai banyak mikrofili. Mikrofili juga tampak pada sisi lain sel yang membatasi saluran empedu dan merupakan petunjuk tempat permulaan sekresi empedu. Permukaan lateral hepatosit memiliki sambungan penghubung koledokolitiqsis desmosom yang saling bertautan dengn sebelahnya.

  EXTREMO OCCIDENTE ALAIN ROUQUIE PDF

Sinusoid hati memiliki lapisan endothelial endothelial berpori yang dipisahkan dari hepatosit oleh ruang disse ruang sinusoida. Sel-sel lain yang terdapat dalam dinding inusoid adalah sel fagositik. Sel Kuffer yang merupakan bagian penting sistem retikuloendothellial dan sel stellata disebut sel itu, limposit atau perisit. Yang memiliki aktifitas miofibroblastik yang dapat membantu pengaturan aliran darah.

Sinosoidal disamping sebagai faktor penting dalam perbaikan kerusakan hati.

koledokolitiasis

Peningkatan aktifitas sel-sel stellata tampaknya merupakan faktor kunci dalam pembentukan jaringan fibrotik di dalam hati. Fisiologi Hepar Fungsi hepar yaitu 1 membentuk dan mensekresikan empedu ke dalam traktus intestinalis; 2 berperan pada banyak metabolisme yang berhubungan dengan karbohidrat, lemak dan protein; 3 menyaring drah untuk membuang bakteri dan benda asing lain yang masuk ke dalam darah dari lumen intestinum.

Fungsi hepar yang utama adalah membentuk dan mengekskresi empedu. Koledokolitiasiis menyekresi sekitar sekitar hingga 1.

Hati juga berperan dalam metabolism makronutrien yaitu karbohidrat, lemak dan protein, serta berperan dalam fungsi detoksifikasi.

Bilirubin adalah suatu pigmen berwarna kuning berasal dari unsure aadalah dalam hemoglobin yang terbentuk sebagai akibat penghancuran sel darah merah oleh sel retikuloendotelial.

Wlaupun berasal dri hemoglobin, bilirubin tidak mengandung zat besi. Bilirubin yang baru terbentuk ini larut dalam lemak. Di dalam plasma akan berikatan dengan albumin. Oleh karena terbentuk secara normal dari penghancuran sel darah merah, maka metabolism dan koledokolitiassis selanjutnya dapat berlangsung secara terus-menerus.

Hemoglobin yang berasal dari penghancuran sel eritorsit oleh makrofag di dalam limpa, hati, dan alat retikuloendotel lain akan mengalami pemecahan menjadi heme dan globin.

Melalui proses oksidasi, komponen globin mengalami degradasi menjadi asam amino kledokolitiasis digunakan untuk pembentukan protein lain. Unsur heme selanjutnya oleh heme-oksigenase, teroksidasi menjadi biliverdin dengan melepas zat besi dan karbonmonoksida. Bilirubin reduktase akan mereduksi biliverdin menjadi bilirubin tidak terkonjugasi.

Bilirubin tak terkonjugasi ini adalah suatu zat lipofilik, larut dalam lemak, hampir tidak larut dalam air sehingga tidak dapat dikeluarkan lewat urine melalui ginjal disebut pula bilirubin indirek karena hanya bereaksi positif pada tes setelah dilarutkan ke dalam alcohol. Koledokolitlasis sifat lipofilik zat ini dapat melalui membrane sel dengan relative musah. Setelah dilepas ke dalam plasma sebagian besar bilirubin tak terkonjugasi ini koledokolitiasus membentuk ikatan dengan albumin sehingga dapat larut dalam darah.

Pigmen ini secara bertahap berdifusi ke dalam sel hati hepatosit. Dalam hepatosit, bilirubin tak terkonjugasi ini dikonjugasi dengan asam glukoronat membentuk bilirubin glukoronida atau bilirubin terkonjugasi bilirubin direk. Reaksi adslah dikatalisasi oleh enzim glukoroniltransferase, yaitu suatu enzim yang terdapat di RE dan merupakan kelompok enzim yang mampu memodifikasi zat asing yang bersifat toksik.